09 October 2011

BuAt ReNuNgAN bErSaMa

SuArA YaNg DiDeNgAr MaYaT
Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu;
1. Keluarga
2. Hartanya
3. Amalnya

Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;
1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali
2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.


Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad
...Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
·
- Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu
·
- Apakah Kau Yang Telah Mengumpul Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah Mengumpulmu
·
- Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu
·
- Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu."

Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan
....Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan...
·
- Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Terkulai Lemah
·
- Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara
·
- Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa
·
- Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara"

Ketika Mayat Siap Dikafan
...Suara Dari Langit Terdengar Memekik,"Wahai Fulan Anak Si Fulan
·
- Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha
·
- Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah
·
- Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal
·
- Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya
·
- Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."

Ketika MayatDiusung.
... Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
·
- Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
·
- Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Taubat
·
- Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat."

Ketika Mayat Siap Disholatkan
....Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
·
- Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat
·
- Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik
·
- Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk."

Ketika MayatDibaringkan Di Liang Lahat
.... terdengar Suara Memekik Dari Langit,"Wahai Fulan Anak Si Fulan...
·
Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini Wahai Fulan Anak Si Fulan...
·
- Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis
·
- Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka
·
- Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa."

Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian...
. Allah Berkata Kepadanya, "Wahai Hamba-Ku.... .
·
Kini Kau Tinggal Seorang Diri
·
Tiada Teman Dan Tiada Kerabat
·
Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..
·
Mereka Pergi Meninggalkanmu. . Seorang Diri
·
Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku
·
Hari Ini,....
·
Akan Kutunjukan Kepadamu
·
Kasih Sayang-Ku
·
Yang Akan Takjub Seisi Alam
·
Aku Akan Menyayangimu
·
Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya".

Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman
, "Wahai Jiwa Yang Tenang
·
Kembalilah Kepada Tuhanmu
·
Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya
·
Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba- Ku
·
Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku"




07 October 2011

BoLeHkah SeoRaNg WaNitA menYemBeliH BiNaTaNg

Jawab :


Boleh hukumnya seorang wanita menyembelih binatang. Demikian kesepakatan (ijma’) seluruh ulama tanpa ada perbedaan pendapat. (M. Adib Kalkul, Ahkam Al-Udh-hiyah wa Al-’Aqiqah wa at-Tadzkiyah, hal. 63; Nada Abu Ahmad, Al-Jami’ li Ahkam Al-Udh-hiyah, hal. 32).
Imam Ibnul Mundzir menukilkan ijma’ tersebut dalam kitabnya Al-Ijma’ :

وأجمعوا على إباحة ذبيحة الصبي والمرأة إذا أطاقا الذبح، وأتيا على ما يجب أن يؤتى عليه

“Mereka [para ulama] bersepakat mengenai bolehnya penyembelihan oleh anak-anak dan wanita, dengan syarat keduanya mampu menyembelih dan melaksanakan apa-apa yang wajib ada dalam penyembelihan.” (Ibnul Mundzir, Al-Ijma’, hal. 18).

Dalil-dalil yang membolehkan wanita menyembelih adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari :

أَنَّ جَارِيَةً لِكَعْبِ بْنِ مَالِكٍ كَانَتْ تَرْعَى غَنَمًا بِسَلْعٍ فَأُصِيبَتْ شَاةٌ مِنْهَا فَأَدْرَكَتْهَا فَذَبَحَتْهَا بِحَجَرٍ فَسُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ كُلُوهَا

“Bahwa seorang budak perempuan milik Ka’ab bin Malik pernah menggembalakan kambing-kambing di Sala’ [nama tempat]. Lalu seekor kambing di antaranya terkena sesuatu, lalu budak itu mendapatinya dan menyembelih kambing itu dengan batu. Kemudian Nabi SAW ditanya mengenai hal itu dan Nabi SAW berkata,”Makanlah kambing itu.” (HR Bukhari, no 5081; Ath-Thahawi, Musykilul Atsar, 7/3).

Dalam riwayat Imam Ahmad, terdapat penjelasan bahwa kambing yang disembelih itu sebelumnya telah digigit serigala.

عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ جَارِيَةً لِكَعْبٍ كَانَتْ تَرْعَى غَنَمًا لَهُ بِسَلْعٍ فَعَدَا الذِّئْبُ عَلَى شَاةٍ مِنْ شَائِهَا فَأَدْرَكَتْهَا الرَّاعِيَةُ فَذَكَّتْهَا بِمَرْوَةٍ فَسَأَلَ كَعْبُ بْنُ مَالِكٍ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهُ بِأَكْلِهَا

“Diriwayatkan dari Ka’ab bin Malik, bahwa seorang budak perempuan milik Ka’ab pernah menggembalakan kambingnya di Sala’. Lalu seekor kambing diserang serigala. Penggembala itu mendapatinya lalu menyembelihnya dengan sebuah batu api. Ka’ab bin Malik lalu bertanya kepada Nabi SAW, lalu Nabi SAW memerintahkan Ka’ab untuk memakan kambing itu.” (HR Ahmad, no 15205; Imam Syaukani, Nailul Authar, 13/22).

Berdasarkan hadis tersebut, Imam Ibnu Qudamah berkata :

وَفِي هَذَا الْحَدِيثِ فَوَائِدُ سَبْعٌ ؛ أَحَدُهَا ، إبَاحَةُ ذَبِيحَةِ الْمَرْأَةِ

“Dalam hadis ini terdapat tujuh faidah. Yang pertama, bolehnya penyembelihan oleh wanita…” (Ibnu Qudamah, Al-Mughni, 21/370).

Selain hadis di atas, terdapat pula hadis lain sebagaimana disebutkan dalam Shahih Bukhari :

وأمر أبو موسي بناته أن يضحين بأيديهن

“Abu Musa [Al-Asy'ari] pernah memerintahkan anak-anak perempuannya untuk menyembelih sendiri dengan tangan-tangan mereka.” (HR Bukhari, no 5132).

Imam Ibnu Hajar Al-’Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari, menukilkan pendapat terkait hadis tersebut :


قَالَ اِبْن التِّين فِيهِ جَوَاز ذَبِيحَة الْمَرْأَة
“Ibnu At-Tiin berkata,’Dalam hadis ini terdapat dalil bolehnya wanita menyembelih…” (Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari, 16/24).

Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas, jelaslah bahwa boleh hukumnya seorang wanita menyembelih binatang. Wallahu a’lam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...